New Carolina Windom

New Carolina Windom

Antena New Carolina Windom ratjikan Len Carlson, K4IWL  yang saya contek rumusan cara biksen-nya disini  http://www.hamuniverse.com  antena tersebut cukup ok saya pakai beberapa tahun yang lalu sampai saat ini. Selain kemudahan dalam pembuatannya yang pastinya antena ini multiband pula, bisa memancar pada 40,20 dan 10 Meter band tanpa ATU dengan tambahan choke balun 1:1 sebagai vertikal radiator antena ini bisa bekerja pada 15M band. File orek-orekan dari K4IWL bisa di unduh di http://www.w5fc.org .Tak salah emang performa antena ini cukup layak baik menurut saya dengan pengalaman saya coba pada ARRL DX Contest beberapa tahun kebelakang ataupun qso dengan rekan-rekan amatir disini.

Cara biksen-nya silahkan lihat contoh itungannnya sebagai berikut :

Using  7.1mhz as lowest frequency of operation use:

468 / 7.1mhz = 65.9 feet (round to 66 feet) for total half wave length.
Short side length = .378 (37.8%) X 66 = 24.9 feet = 25 feet rounded
Long side length  = .622 (62.2%) X 66 = 41.05 feet = 41 feet rounded
So we have the short length of 25 feet, and
long side of 41 feet using the formula.
Vertical length for RG58 from balun to choke = 4 to 1 ratio (meter band / 4)
40 meters / 4 = 10 feet

Using 3.9mhz (80/75 Meters)

468 / 3.9mhz = 120 feet for total half wave length.
Short side length = .378 (37.8%) X 120 = 45.36 feet
Longest side length = .622 (62.2%) X 120 = 74.64 feet
Vertical length 4 to 1 radio = 80 / 4 = 20 feet

Persiapan awal nyari rongsokan batang ferite ataw toroid, nah kebetulan waktu main-main ke Pasar Genteng Surabaya pas ada acara Malang Hamfest  lalu dapetlah Toroid bekas di lapak salah satu pasar disana yang komplit ada banyak barang copotan seperti Varco, Tabung dll. Lumayan biar bekas tapi bisa dipakai heheheh

Ferite Toroid

Kawat untuk balun saya pakai diameter kawat 1.3 mm, panjang kurang lebih 180cm (paralel), jumlah lilitan 17 Lilitan.

Lilitan Bifilar

Tampak gambar lilitan balun sebelum di sambungkan bagian ujungnya

R seri 200 ohm

Pemasangan R seri masing-masing 200 ohm, yang selanjutnya akan di uji menggunakan antenna analyzer besutan OM Pardi/YB3DD

Coax RG58

Selanjutnya pemasangan jumper coax RG-58

IMG-20130413-00144

Test pada 75M Band

IMG-20130413-00145

Test pada 40M Band

IMG-20130413-00146

Test pada 20M Band

IMG-20130413-00147

Test pada 15M Band

IMG-20130413-00148

Test pada 10M Band

T-Box

Selanjutnya setelah pengujian selesai, siapkan T-Box kabel instalasi listrik untuk memasukan Blaun yang telah kita rakit kedalamnya, lalu siap di sambungkan dengan wire antena yang telah kita siapkan

Wire Solder

Proses penyolderan kabel serabut 2.5mm

Balun soldering

Sampai tahap ini penyolderan wire telah selesai, selanjutnya tinggal pemasangan konektor antena, dan gambar berikut adalah hasil akhir pembuatan balun 4:1

New Balun

Inilah penampakan hasil akhir balun yang telah selesai dirakit

Insilator

Agar Wire tidak ditarik langsung pada box balun, sengaja saya tambahkan penambat kabel melalui DogBone/Insulator kabel antena sebagai gantungannya

hasil akhir

Well done…, sampai tahap ini antena telah selesai dirakit dan siap untuk disetup ulang pada tiang antena dan siap untuk mengudara, dan video berikut hasil testnya saya gunakan juga pada Oceania DX Contest pada 1 oktober 2011

selamat mencoba…. See U OTA

Sumber Referensi :

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s